Selasa, 21 Oktober 2014

my-spend time- activity

Terjebak
          Arania, gadis 23 tahun yang saat ini tercatat sebagai seorang mahasiswa studi S2 di unveritas terkemuka di Inggris. Dia gadis biasa, namun mungkin bagi sebagian orang ia terlihat cukup menarik; rambutnya cokelat ikal dengan mata yang bersinar berwarna cokelat muda. Gadis itu memilik senyum yang ramah dan cenderung nakal. Orang akan mengira Arania sebagai gadis periang dan menyenangkan ketika pertama kali bertemu dengannya. Namun, tak ada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan banyak rahasia dihidupnya. Tak ada yang tahu apa alsannya memilih sekolah di tempat yang sangat jauh dari asalnya, Indonesia. Kenapa Ia tidak pernah terlihat akrab, bahan berpacaran padahal banyak lelaki teman kampus yang naksir padanya.
          Ara-begitu ia akrab disapa, bukan gadis lugu seperti yang orang lain kira. Dia sudah berjuang cukup keras dalam menjalani hidupnya. Tak ada yang bisa mengira bahwa gadis semungil (jika dibandingkan dengan teman-teman bulenya ) itu menyembunyikan rahasia besar dan masa lalu yang mengejutkan.
           Ara bukannya tidak ingin berteman dengan banyak orang; Ia juga memiliki keinginan untuk memiliki kekasih! Tapi Ia memang “merasa belum mampu” untuk merelakan masa lalu pergi dari dirinya dan membuka lembaran baru di Inggris. Ia tahu, bahkan sangat paham ketika ada beberapa teman lelaki di kampusnya yang berusaha mengajaknya berkencan atau sekedar minum kopi bersama, hanya saja Ia belum “mood” untuk melakukan hal-hal seperti itu, takut lebih tepatnya. Hal tersebut mengundang tanya sahabat-sahabatnya: Marrie, Arian,dan Mala. Mereka selalu menanyakan penyebab Ara tidak ingin berkencan, tapi jawaban Ara selalu sama : “aku trauma sama masa laluku, ya pokoknya itu lah, no need to know,okay”. Ara akan marah jika sahabat-sahabatnya mendesaknya untuk menjelaskan lebih jauh. Sebenarnya Ia ingin bercerita dan mengungkapkan semuanya, namun Ia takut karena sebenarnya dia belum sepenuhnya melupakan hal-hal dari masa lalunya.
         Ara bukan peminum, bukan perokok-dia benci sekali asap rokok. Ia juga buka gadis yag doyan keluyuran, apalagi doyan sex party. Ara tipe orang yang suka bergaul namun tetap menjaga batasan-batasan karena Ia sangat patuh dengan papa dan mama nya. Namun, ada satu rahasia besar yang bahkan orangtuanya pun tidak akan pernah tahu dan tidak habis pikir hal tersebut menimpa anak gadis satu-satunya mereka.
         Awalnya para sahabatnya mengira kalau Ara tidak normal, bahkan Arian sampai mengira kalau Ara itu lesbian, namun Ia bercerita bahwa Ia pernah berpacaran dengan beberapa pria, hanya saja tidak ingin menjelaskan lebih soal itu. Ia hanya menunjukan foto-fotonya dengan beberapa mantan pacarnya kepada Marrie dan Mala.
.............
“ Arania!!!” Panggil seorang pria saat Ara sedang berjalan menuju bistro dekat flat nya. Ara menoleh dan bukan main terkejutnya dia saat tahu bahwa pria yang memanggil namanya itu adalah orang yang setengah mati Ara hindari dan berusaha untuk dilupakan! Julian, pria brengsek yang selama 2 tahun ini ada di kehidupan Ara. Ia sangat benci Julian, namun jauh dalam hatinya Ara merindukan Pria yang sudah berusia 34 tahun itu. Pria yang secara tidak sengaja Ara tabrak ketika terburu-buru mengejar pesawat dan yang ternyata satu pesawat dengan nya saat perjalanan ke Bangkok 3 tahun silam. Bukan main kagetnya Ara saat menyadari bahwa Julian berada di Inggris! Ia lalu ingat perkataan Julian ketika memberitahunya tentang rencana pria itu untuk pergi ke Inggris tahun 2014, dan tahun itu adalah sekarang! Ara diam sesaat, mencerna apa yang barusan terjadi, dan setelah itu  dia berlari berusaha menjauh dari Julian. Namun , sepertinya langkah dan tangan Julian lebih cepat sehingga Ia bisa memegang tangan Ara dan mencegahnya untuk menjauh.
To be continued...

Jumat, 10 Oktober 2014

Akhirnya,,

hey.. it's been a while I didn't do anything in this blog ( like anyone  care :'D )
3 tahun belakangan ini hidup saya mengalami flaktuasi yang cukup signifikan. What a wonderful ( if I may say) experience I had in 3 years being in a place I used to call a strange place.
oke, aku emang ujung ujungnya cuma mau curhat, soalnya jaman sekarang buku diary udah jarang yang pake hahahaha
before I tell you my story. I'd like to  give you some lyrics , this song is one of my "curcol" playlist lately
" tak akan pernah sirna
bayang tentang dirimu
 mengharap kau kembali 
ke dalam pelukan
hanya sisakan perih
luka yang semakin dalam 
sampai kapan ku harus tangisi 
rindu yang tak terbalas
reff:masih adakah cinta untukku 
walau hanya untuk kau kenang 
andai harus kehilanganmu 
kan ku bawa hatimu ke dalam jiwaku
kemana cinta iniakan ku persembahkan
 bila kesetiaanku
 hanyalah bagimu kekasihku

luka dalam dadasemakin terasa pilu 
adakah kesempatan
 untuk memiliki - Ada Band : Masih Adakah Cinta

Siapa yang mewek hayoo ? #nunjukdirisendiri hahaha
oke,,mari kita mulai cerita Mahabarata nya #loh :D

Jadi gini, I'd like to tell you about my only best-friend zoned-male-friend ( aku copas istilah ini  juga dari dia) haha
I know him for about 3 years ago, but we became close friends since 2 years ago ..nggak tau sekarang masih apa enggak,soalnya aku lagi sakit  jauh sama dia hehe
Aku nggak tau deh kalo orang yang aku maksud ini bakal baca tulisan aku ini enggak, toh dia baca atau enggak juga nggak akan merubah semuanya :')
aku pernah bahas dia di tulisan aku sebelumnya..jadi disini aku cuma mau mengungkapkan beberapa hal padanya.
1. Nggak mudah melepas segala sesuatu yang kita sudah pelihara dalam waktu yang lama, terutama yang menyangkut perasaan
2. Kamu menyuruhku bahagia, tapi kamu nggak menghargai usaha aku. Aku tau kamu sudah jauh lebih bahagia saat ini, tapi setidaknya sembunyikan sedikit kebahagian kamu dari aku bisa kan? Kamu tau kankalau aku nggak sekuat yang orang lihat? you saw it, right ? :)
3. Aku nggak akan memohon  untuk memilikimu atau apapun lah ke kamu, aku tahu diri kok, kamu nggak usah repot repot mikirin gimana aku, cuma please sembunyikan sedikit bahagiamu dari aku, itu (sepertinya) sudah sedikit membantu :)
4. Aku akan selalu mendoakanmu, yang terbaik buat kamu, karena hanya itu yang bisa aku lakukan sembari mengobati lukaku, sekali lagi, aku nggak menyudutknmu, hanya saja, kamu tau kan gimana rasanya hati yang hancur itu ? :)
5.Ijinkan aku berproses dengan cara ku sendiri untuk melupakan perasaanku pada mu sampai aku siap kembali menjadi Dilah, sahabatmu yang dulu, yang selalu bawel , selalu ketawa, asik, dan yang terpenting sudah bisa mengubur perasaanku padamu.
6. Waktu... ya ,hanya waktu yang aku (dan kamu) butuhkan saat ini, waktu untukku kembali tersenyum, waktu untukku memulihkan luka ini ( Iya, Avian, aku memang terluka, biarkanlah :') ), dan waktu untuk bertumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa.
7. Aku tau kita sama sama nggak suka keadaan ngg enak ini, aku berharap kita masih bisa berteman seperti dulu, walaupun mungkin aku harus terbiasa merasa seperti "menelan" pil pahit kalo pas denger kamu cerita ttg siapapun itu hehe :), nggak papa Avian, hingga pada waktu nya pelangi pun akan muncul setelah hujan reda.
sampai tulisan ini ada ditangan kamu pun aku mungkin masih belum bisa menyembuhkan lukaku dan juga masih sayang sama kamu,,